Demokrat Bali Daftarkan Bacaleg, Hampir Setengahnya Diisi 'Caleg Perempuan Berkualitas'

Baliberkarya.com-Denpasar. Paradigma dan stigma negatif selama ini bahwa tokoh perempuan kebanyakan enggan masuk dunia politik dan menjadi calon anggota legislatif (caleg) dipatahkan oleh Partai Demokrat Bali. Buktinya, partai berlambang bintang mercy ini mampu menorehkan sejarah sepanjang keikutsertaan mereka di Pemilu Legislatif (Pileg) di Bali dalam hal komposisi kuota caleg perempuan.
 
 
Tidak tanggung-tanggung, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu untuk caleg DPRD Bali mencatatkan diri sebagai salah satu partai yang banyak dihuni caleg perempuan. Bahkan, hampir setengahnya merupakan caleg perempuan atau tepatnya sebanyak 41,8 persen dari total 55 caleg DPRD yang didaftarkan. Dimana rinciannya caleg laki-laki sebanyak 32 orang dan caleg perempuan 23 orang. 
 
"Kuota caleg perempuan mencapai 41,8 persen. Jauh di atas kuota minimal 30 persen yang diamanatkan UU Pemilu. Ini suatu kebanggaan juga buat kami," kata Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Made Mudarta saat ditemui usai mendaftarkan caleg DPRD Bali ke KPU (Komisi Pemilihan Umum) Bali, Selasa siang (17/7/2018).
 
Di sejumlah dapil, Mudarta menerangkan caleg perempuan bahkan mencapai 50 persen, misalnya di dapil Gianyar. Dapil Denpasar juga mayoritas perempuan. "Selama ini perempuan tidak bisa dipaksakan untuk nyaleg. Tapi kader Demokrat punya panggilan meningkatkan pengabdian sesuai opsi UU. Tokoh-tokoh perempuan juga meningkat kesadarannya untuk berpartisipasi aktif di politik praktis," terang Mudarta.
 
 
 
Kuota caleg perempuan yang hampir setengahnya juga tidak terlepas dari kebijakan internal Partai Demokrat Bali yang memberi ruang penuh dan memprioritaskan kader serta tokoh perempuan maju nyaleg. 
 
"Ketika ada tokoh atau kader perempuan ingin maju sebagai caleg kami prioritaskan. Ini tentu langkah positif dan sehat bagi demokrasi kita dan kesetaraan gender di politik," jelas Mudarta.
 
Secara keseluruhan, lanjut Mudarta, caleg yang ditampilkan Demokrat untuk bertarung di DPRD Bali punya kualitas mumpuni dan dari berbagai latar belakang. Ada dari kalangan birokrat, mantan pejabat di eksekutif, pensiunan TNI/Polri, kalangan pengusaha dan tentunya juga semua incumbent Demokrat kembali tarung. 
 
 
"Calon-calon yang ditampilkan Demokrat memang sangat demokratis. Incumbent juga prioritas dicalegkan dan menjadi caleg nomor urut satu sebagai vote gather utama di Demokrat," ungkap Mudarta.
 
 
Terkait perolehan suara, Demokrat Bali memasang target suara minimal 20 persen kursi di DPRD Bali sehingga bisa mengusung Calon Gubernur dan Wakil Gubernur sendiri pada Pilgub Bali 2023. Rinciannya, untuk DPRD Bali ditargetkan bertambah dua kursi sehingga total menjadi 10 kursi, dari 8 kursi hasil Pileg 2014 dari total 55 kursi yang diperebutkan. 
 
Adapun rinciannya yaitu Utami Dwi Suryadi (Dapil Denpasar/raih 4.423  suara), I Gusti Bagus Alit Putra (Dapil Badung/raih 19.181 suara), Tjokorda Gde Asmara Putra Sukawati (Dapil  Gianyar/lolos dengan raihan terbanyak 21.047 suara), I Wayan Adnyana (Dapil Tabanan/raih 17.444 suara), I Nengah Tamba (Dapil Jembrana/raih 14.969 suara), Ngakan Made Samudra (Dapil Klungkung/raih 13.188 suara), dan I Gusti Putu Widjera (Dapil Karangasem/raih 8.909 suara), Komang Nova Sewi Putra (Dapil Buleleng).(BB).

TAGS :

Komentar