Gede Ngurah Wididana: Pertanian Organik Tepat untuk Kawasan Danau Batur

GNW for Baliberkarya
Baliberkarya.com-Denpasar. Kawasan Danau Batur dikitari dengan pertanian sayur mayur, seperti kol, bawang, cabe, tomat dan sayuran hijau lainnya. Tanahnya yang berpasir sangat bagus untuk pertumbuhan perakaran tanaman. Tapi tanah berpasir kondisinya kurang subur, miskin hara. Penambahan pupuk kimia kurang bermanfaat untuk kesuburan tanaman, karena unsur haranya mudah hanyut ke dalam tanah atau hanyut bersama air mengalir. Oleh karena itu, unsur hara di tanah berpasir harus menggunakan pupuk organik dan bahan organik.  
 
 
Masyarakat petani di Danau Batur sangat menahami hal ini, bahwa pemakaian pupuk organik sangat penting, karena menyuburkan mikrobiologi tanah dan meningkatkan kandungan organik tanah. Akan tetapi usaha untuk menggenjot produksi pertanian dengan teknologi kimia sering menemui kegagalan panen karena penyakit tanaman, dan membuat petani rugi. 
 
 
Gede Ngurah Wididana mengatakan, kawasan pertanian di Danau Batur sangat bagus untuk model pertanian organik dunia, karena didukung oleh potensi alam yang indah, danau dan gunung yang indah, serta kawasan geopark Batur yang diakui dunia. Kalau dari pertanian organik kawasan danau batur bisa berhasil dikembangkan, maka pariwisata pertanian organik, kesehatan dan lingkungan akan berkembang dengan baik.
 
 
"Produktivitas tanah dan tanaman akan menjadi meningkat karena penerapan pertanian organik. Usaha meminimalkan atau meninggalkan pemakaian pestisida dan pupuk kimia akan mengurangi polusi tanah air dan udara di kawasan danau Batur. Masyarakat menjadi sehat dan hidupnya berkualitas," jelas Gede Ngurah Wididana, alumni University of The Ryukyus, Jepang. 
 
 
Pengembangan pertanian organik di kawasan danau Batur akan menarik kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri. Tumbuhnya hotel dan restoran makanan lokal organik dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. 
 
 
"Wisata selfi pertanian organik berlatarbelakang keindahan alam gunung dan danau akan semakin menarik kedatangan wisatawan. Pemerintah daerah harus mampu menangkap dan mengeksekusi peluang pertanian organik untuk menyejahterakan masyarakat," jelas Gede Ngurah Wididana, yang dikenal  sebagai pakar pertanian organik dan sudah berhasil mengembangkan konsep pertanian organik dan pariwisata di Bali.(BB)

TAGS :

Komentar