Pasca Pilgub, Sudikerta Pensiun dari Politik, Tak Maju Nyaleg DPR

Baliberkarya.com-Denpasar. Calon Wakil Gubernur Bali nomor urut 2, I Ketut Sudikerta menegaskan dirinya akan pensiun dari dunia politik pasca perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali 2018 ini. Sudikerta yang masih menjabat Wakil Gubernur Bali periode 2013-2018 itu merasa sudah cukup perjuangan dan pengabdian di pemerintahan untuk rakyat maupun menjadi pimpinan partai.
 
 
"Saya akan pensiun dari dunia politik. Sudah cukup saya hampir 15 tahun mengabdi untuk rakyat di pemerintahan," kata Sudikerta di Rumah Apresiasi Sudikerta (RAS) Jalan Drupadi, Denpasar, Kamis sore (28/6/2018).
 
Sebagai bukti keinginan seriusnya pensiun dari panggung politik, Sudikerta yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Bali juga memutuskan untuk tidak maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilihan Anggota Legalislatif (Pileg) 2019. 
 
Padahal dirinya sangat potensial jika maju sebagai caleg DPR RI dari Golkar mewakili Bali di Senayan. Apalagi saat ini proses Pileg baru di tahap penjaringan bakal caleg (Bacaleg) di masing-masing parpol sebagai dasar penyusunan nama-nama DCS (Daftar Calon Sementara) yang akan disetorkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).
 
Langkah Sudikerta ini cukup berbeda dengan pilihan koleganya di pemerintahan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang masa jabatannya habis 2018 ini. Pastika justru memutuskan maju ke DPD RI sebagai calon senator dari Bali. Gubernur Bali dua periode itu memilih tidak pensiun dari panggung politik. 
 
"Saya tidak akan maju sebagai caleg. Saya memberikan kesempatan pada kader yang lebih muda. Saya ingin menciptakan regenerasi  dan menjadi king maker," tegas Sudikerta.
 
Begitu pula dalam hal kepemimpinan dan kepengurusan Partai Golkar Bali. Sudikerta menegaskan dirinya juga akan pensiun pada tahun 2019 ini sebagai Ketua DPD I Golkar Bali seiring habisnya masa jabatannya. 
 
 
 
Terlebih dirinya sudah dua periode menahkodai "partai beringin" di Pulau Dewata. Bisa saja jika ada pihak-pihak yang ingin mendorong Sudikerta memimpin untuk ketiga kalinya. Bisa jadi pula Sudikerta ditarik menjadi pengurus DPP Partai Golkar.
 
Namun Sudikerta dengan tegas menyatakan akan pensiun bahkan tidak akan masuk dalam kepengurusan Partai Golkar lagi. "Saya ingin benar-benar pensiun mengurus partai. Saya ingin melakukan hal lain," tegasnya.
 
Sudikerta memang tercatat sebagai tokoh yang mengabdikan hampir separuh hidupnya untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat baik di legalislatif maupun eksekutif. Ia pernah tercatat sebagai Anggota DPRD Provinsi Bali periode 2004-2009. 
 
Lalu Sudikerta dipercaya sebagai Wakil Bupati Badung dua periode mendampingi AA Gede Agung. Pertama periode 2005-2010. Lalu terpilih kembali periode 2010- 2013. 
 
Belum selesai masa jabatannya sebagai Wakil Bupati Badung yang mestinya sampai 2015, pada 2013 Sudikerta terpilih sebagai Wakil Gubernur Bali mendampingi Made Mangku Pastika untuk periode 2013-2018.
 
Karir politik Sudikerta memimpin Partai Golkar di Bali juga cukup mentereng. Ia tercatat pernah menjadi Ketua DPD II Partai Golkar Badung. Selanjutnya ia terpilih menjadi Ketua DPD I Partai Golkar Bali untuk dua periode. Masa jabatan Sudikerta sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Bali akan berakhir pada 2019 ini.
 
 
Pada perhelatan Pilgub Bali 2018 ini Sudikerta kembali maju sebagai  Calon Wakil Gubernur Bali mendampingi Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (Mantra-Kerta) yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB). 
 
Namun langkah Sudikerta harus terhenti. Sebab berdasarkan hasil final quick count (hitung cepat) Pilgub Bali versi SMRC (Saiful Mujani Research & Consulting), Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace)  unggul 58,25 % atas Paslon Mantra-Kerta yang hanya  memperoleh 41,75 % suara.(BB).
 

TAGS :

Komentar