Terkait Bansos Non Tunai, Wabup Kembang Ingatkan Sosialisasi Menyeluruh

baliberkarya
Baliberkarya.com-Jembrana. Pengentasan kemiskinan menjadi salah satu prioritas Pemkab Jembrana melalui serangkaian program-programnya yang digulirkan dimasyrakat.
 
 
Upaya pengentasan kemiskinan itu juga sinergis dengan berbagai program yang digulirkan pemerintah pusat bagi masyarakat tidak mampu. Baik untuk membantu pendidikan mereka maupun bantuan dibidang kesehatan.  
 
Namun tanpa adanya sosialisasi serta pemahaman yang benar kepada masyarakat, tentu program yang sudah baik  itu tidak akan efektif atau malah justru tidak tepat sasaran.
 
 
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Jembrana I Made Kembang Hartawan tadi siang, saat membuka secara kegiatan edukasi bantuan sosial secara non tunai kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Hall Room Hotel Jimbarwana, Jembrana. 
 
 
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Sosial Jembrana I Wayan Gorim, para pendamping program keluarga harapan (PKH) dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) serta agen bank (e-Warong) di Kabupaten Jembrana.
 
Dalam kesempatan tersebut, Kembang Hartawan juga menekankan perlunya sosialisasi yang baik dari setiap program yang diluncurkan. Caranya dengan menyentuh langsung pihak penerima, sehingga mereka benar-benar paham bagaimana mekanisme serta manfaat langsung bantuan yang diberikan.
 
“Sosialisasi jangan hanya perwakilan, tapi turun langsung kedesa-desa, mengundang seluruh penerima. Bila perlu disimulasikan cara kerja dari program tersebut agar benar-benar paham,” terang Kembang Hartawan, Selasa (8/5/2018).
 
 
Ia khawatir akibat tidak mengerti, masyarakat penerima bantuan justru enggan menggunakan, sehingga program yang digulirkan sia-sia. Hal seperti inilah menurut Kembang, perlu kerja sama semua pihak.  Pihak pendamping program keluarga harapan juga diharapkan lebih sering turun ke lapangan.
 
 
Lanjut Kembang Hartawan, keberhasilan pemerintah Jembrana telah mampu menurunkan angka kemiskinan masyarakat tiap tahunnya. Dari data yang terhimpun pada tahun 2010 KK miskin di Jembrana berjumlah 5597KK (17.623 jiwa) dan pada tahun 2017 jumlah KK miskin di Jembrana turun menjadi 3283KK (10326 jiwa), atau terjadi total penurunan sebesar 2314 KK ( 7297 jiwa).
 
“Kemiskinan bisa kita entaskan dengan cara kerja bersama, dan dengan adanya kegiatan edukasi ini masyarakat bisa lebih paham tentang  program non tunai, sehingga diharapkan kemiskinan di Jembrana bisa segera tertuntaskan,” tutupnya.(BB)

TAGS :

Komentar