Nyepi Siaran Jadi Peluang Lembaga Penyiaran 'Evaluasi Program Siaran'

ilustrasi nett
Baliberkarya.com-Denpasar. Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Bali, I Nengah Muliarta menyatakan Nyepi siaran juga dapat menjadi kesempatan bagi lembaga penyiaran untuk melakukan evaluasi program siaran. 
 
 
Konsultan penyiaran di Bali itu mempertanyakan apakah program siaran yang selama ini disajikan kepada pemirsa dan pendengar sudah menempatkan manusia sebagai manusia. Mengingat tidak jarang isi program siaran memuat konten ledekan, cacian, makian dan hujatan yang secara etika tidak sesuai dengan Undang-Undang Penyiaran, Pedoman Prilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS).
 
"Nyepi siaran menjadi salah satu bentuk dan komitmen perusahaan dalam hal ini lembaga penyiaran terhadap para pekerjanya," kata Muliarta.
 
 
Sebagai manusia, Muliarta memandang para pekerja membutuhkan waktu untuk melakukan intropeksi diri. Pekerja juga memiliki hal untuk mengistirahatkan badan yang selama ini bekerja untuk menghadirkan hiburan bagi para pemirsa dan pendengar setianya. 
 
 
"Dalam konteks ini Nyepi siaran tak sebatas pada penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Bali, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap hak pekerja sebagai manusia untuk diperlakukan secara manusiawi," ungkapnya.
 
Lebih jauh Muliarta memaparkan jika Nyepi siaran pada dasarnya tidak sebatas pada upaya untuk terlibat dalam pengurangan atau efisiensi penggunaan energi. Nyepi siaran juga tidak sebatas memberikan kesempatan kepada para pekerja penyiaran beristirahat. 
 
 
"Nyepi siaran juga bermakna menghentikan doktrin lembaga penyiaran melalui siaran berita, iklan dan program lainnya terhadap para pemirsa dan pendengar," paparnya.
 
 
Secara umum Nyepi siaran, lanjut Muliarta, tidak saja mengistirahatkan para pekerja penyiaran tetapi juga memberikan kesempatan kepada pendengar atau pemirsa untuk terbebas dari berbagai informasi dan kepentingan selama satu hari penuh. 
 
"Nyepi siaran menjadi kesempatan bagi pemirsa dan pendengar lembaga penyiaran untuk mengembalikan pemikiran ke titik nol dari derasnya jejalan arus informasi," pungkasnya.(BB).

TAGS :

Komentar