Setelah Cok Rat, Disel Astawa Dukung 'Mantra-Kerta'

baliberkarya
Baliberkarya.com-Denpasar. Ada yang menarik dalam Deklarasi Paket Mantra-Kerta (Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta), di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Selasa (9/1/2018).
 
Pasalnya, salah satu anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali, Wayan Disel Astawa, justru muncul di panggung Deklarasi Mantra-Kerta, yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang dimotori Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai NasDem, Partai Gerindra, PKS, PBB dan Partai Perindo.
 
Dalam Pilgub Bali 2018, PDIP sendiri mengusung I Wayan Koster dan Tjokorda Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace (KBS-Ace) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.
 
Kehadiran Disel Astawa dalam Deklarasi Mantra-Kerta ini, langsung diapresiasi Calon Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta.
 
Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu menegaskan, Disel Astawa akan menemaninya berjuang untuk menjadi wakil gubernur di periode kedua ini.
 
"Di sini ada Pak Wayan Disel Astawa. Beliau menemani saya dalam perjuangan saya sebagai calon wakil gubernur Bali untuk kedua kalinya," kata Sudikerta, yang disambut tepuk tangan meriah ribuan pendukung Mantra-Kerta.
 
Sementara itu kepada wartawan usai Deklarasi Mantra-Kerta, Disel Astawa menegaskan komitmennya untuk berjuang bersama masyarakat Bali memenangkan Mantra-Kerta pada Pilgub Bali 2018.
 
Ia tidak takut dengan pilihannya, meskipun ia masih tercatat sebagai anggota Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali.
 
"Saya tidak takut dengan risiko pilihan. UU HAM melindungi hak individu. Apalagi, saya berhak memilih dan dipilih. Saya memang tidak punya partai hari ini, tetapi saya ingin gunakan hak saya untuk memilih Mantra-Kerta, untuk mewujudkan impian Bali yang sejahtera," tandas anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali ini.
 
Seperti diketahui, pasca Pilkada Badung 2015 lalu, PDIP telah memecat Disel Astawa. PDIP bahkan melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Disel Astawa.
 
Namun Disel Astawa melakukan perlawanan di Pengadilan, dan hingga kini dirinya belum bisa di-PAW dan masih duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Bali.
 
 
Disel Astawa mengajak masyarakat Bali untuk berpikir cerdas. Masyarakat juga diminta untuk menggunakan hak pilihnya pada Pilgub Bali 2018, sesuai hati nurani.
 
"Gunakan hakmu sesuai hati nurani. Jangan mau diintimidasi, tetapi gunakan akal sehat," ajaknya.
 
Yang menarik, Disel Astawa juga melontarkan kritik keras terkait konsep 'satu jalur' yang menjadi slogan salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.
 
Menurut dia, satu jalur bukan merupakan konsep atau keinginan Bung Karno.
 
"Bung Karno membangun negara ini dengan cara demokratis. Kalau ada yang hari ini menciptakan konsep satu jalur, maka itu sangat keliru. Itu pembodohan bagi masyarakat Bali," tegas Disel Astawa.
 
Sebelumnya, mantan Ketua DPD PDIP Provinsi Bali AA Ngurah Oka Ratmadi atau Cok Rat, juga mengumumkan sikapnya mendukung pasangan Mantra-Kerta pada Pilgub Bali 2018.
 
Cok Rat yang juga mantan Ketua DPRD Provinsi Bali dan saat ini duduk sebagai anggota DPD RI, tidak menduga pasangan calon yang diusung PDIP, karena dinilai 'warna' PDIP saat ini tidak lagi sesuai 'warna' Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. (BB/IK)
 
 
BACA JUGA : 

TAGS :

Komentar