Mulai 2025, Mobil Listrik Dalam Negeri Akan Produksi

Baliberkarya.com-Nasional. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ke Istana, Rabu (30/8/2017) siang.

Airlangga mengungkapkan hari ini dirinya dipanggil Jokowi bersama Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi untuk membahas kunjungan Kepala Negara ke Singapura pada 6-7 September 2017 mendatang.
 
"Bahas tentang industri kemudian soal jadwal beliau ke Singapura. Kalau untuk Singapura nanti biar Ibu Menlu saja," kata Airlangga di area Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2017).
 
 
Disamping itu, Menperin juga melaporkan soal pemetaan proyek mobil listrik dalam negeri yang saat ini tengah dikembangkan oleh pemerintah.
 
"Saya juga melaporkan peta jalan mobil listrik. Pada prinsipnya, beliau menanyakan mengenai waktu-waktunya, time frame dari mobil listrik. Apakah kita akan menganut seperti negara lain yang nanti pada waktu tertentu membatasi jumlah mobil listrik atau mobil biasa. Kami sudah sampaikan bahwa di dunia ini ada dua mazhab, satu pelarang total ada juga yang melakukan minimal kendaraan mobil listrik itu sampai di mana. Bapak Presiden setuju untuk dilakukan semacam pembatasan pada waktu tertentu," tuturnya.
 
Melalui pembicaraan ini, lanjut Menperin, Jokowi menyetujui 20 persen mobil listrik sudah mulai diproduksi pada tahun 2025.
 
"Kemudian juga terkait dengan bea masuk. Saat sekarang kan, bea masuk untuk kendaraan itu 50 persen. Nah kami laporkan juga nanti untuk diturunkan mengikuti kepada perjanjian-perjanjian FTA (free trade agreement). Kalau sekarang kan most favored nation itu 50 persen. Kita mau turunkan MFN itu 5 persen untuk yang berproduksi di dalam negeri, yang mempunyai roadmap itu kita turunkan ke 5 persen. Jadi, ini yang akan didorong," tandasnya.(BB/icom).

TAGS :

Komentar