Ini Imbauan FKUB Bali, Hormati Nyepi, Dilarang Nonton TV dan Selfie!

Istimewa

Baliberkarya.com - Denpasar. Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Bali mengharapkan semua umat beragama di daerah itu dapat menghormati perayaan Hari Suci Nyepi yang akan dirayakan umat Hindu pada 28 Maret 2017.

BACA JUGA : Tak Penuhi Panggilan Polda Bali, Pembuat Web FPI Kini DPO

"Memang dalam Nyepi Tahun Saka 1939 ini tidak kita temukan hari raya atau kegiatan keagamaan yang bersamaan dengan umat lain, beda dengan tahun-tahun kemarin. Namun imbauan koordinasi tetap kami laksanakan pada seluruh umat," kata Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet di sela-sela Rapat Penetapan Seruan Bersama Nyepi 2017 di Kanwil Kementrian Agama Provinsi Bali di Denpasar, Rabu (22/2/2017).

Dengan demikian, tambah dia, perayaan Nyepi benar-benar dapat berlangsung baik, aman, lancar dan khusyuk, serta kualitasnya terjaga. Bumi pun dapat bernafas dan beristirahat dari segala macam polusi.

BACA JUGA : Perda LPD Bukan Hanya untuk Badung, tapi Seluruh Bali!

"Harapan kami, di setiap acara keagamaan apa pun itu kebahagiaan tidak hanya dinikmati oleh umat yang merayakan, tetapi oleh semua umat," ujarnya pada Rapat Seruan Bersama Hari Suci Nyepi Saka 1939 itu.

Selain itu, Putra Sukahet juga mengharapkan desa pakraman (desa adat) dan pemerintah daerah bersama-sama agar mengatur pengarakan "ogoh-ogoh" sehari menjelang Nyepi sehingga ekses-ekses negatifnya dapat dihindari seperti hura-hura, gesekan antara pengarak ogoh-ogoh, apalagi minum-minuman keras.

"Malu kita kalau sampai Nyepi berjalan tidak baik, padahal sudah menutup pelabuhan dan bandara. Mari semua umat pikirkan itu. Bukan hanya umat Hindu saja, tetapi seluruhnya," ucapnya.



Pihaknya optimistis pelaksanaan Nyepi kali ini dapat berlangsung dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra yang mengharapkan agar Nyepi dijaga bersama-sama, sehingga Bali senantiasa damai.

BACA JUGA : Bantu Sesama, Anggota Ormas PBB Gelar Aksi Nyata Donor Darah

"Dalam rapat ini, kami libatkan semua komponen agama dan lembaga terkait, karena bagaimana pun semua terlibat di dalamnya. Dengan demikian, semangat Nyepi dengan Catur Brata Penyepiannya dapat berjalan baik dan damai," ujarnya.

Lastra menambahkan, dari rumusan yang dilahirkan dan disepakati dalam rapat tersebut, kemudian dapat disosialisasikan hingga tingkat terbawah.  Rapat merumuskan tujuan seruan bersama yang isinya antara lain umat dilarang selfie (swafoto) dan dilarang menonton televisi/mendengar radio karena semua lembaga penyiaran dilarang bersiaran.(BB).


TAGS :

Komentar