Mengkhawatirkan, 290 Kasus HIV/Aids di Bangli, Terbanyak pada Usia Produktif

Baliberkarya/ist
Baliberkarya.com-Bangli. Dari 14.880 kasus HIV dan AIDS kumulatif di Provinsi Bali yang tercatat di Dinas Kesehatan Provinsi Bali, 290 kasus terjadi di Kabupaten Bangli. Meskipun masih tergolong kecil dari kabupaten/kota lainnya di Provinsi Bali, angka ini cukup mengkhawatirkan karena dari kelompok sasaran yang terbanyak didapat pada usia produktif dan penyebaran penyakit lebih banyak melalui hubungan seksual yang tidak sehat. 
 
Oleh karenanya penularan penyakit menular seksual khususnya HIV/Aids penting secara dini mendapat perhatian khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap perilaku seksual beresiko tinggi.             Demikian disampaikan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat menerima tim penilai lomba KSPAN tingkat Provinsi Bali di SMPN 1 Susut, Senin (7/11/2016).
 
Sedana Arta menyampaikan, program pencegahan HIV/Aids melalui jalur sekolah di Kabupaten Bangli telah berjalan sejak bulan September tahun 2007. Pada tahun 2014 Kabupaten Bangli juga sudah menyelenggarakan pelatihan guru Pembina KSPAN. Guru yang telah dilatih kemudian menjadi guru Pembina di masing-masing sekolahnya dan bersama siswa yang telah dilatih sebagai tutor juga membentuk Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN). 
 
Banyak kegiatan yang bisa dilaksanakan melalui KSPAN seperti pemberian informasi mengenai HIV/Aids dan pelatihan tutor sebaya di sekolah serta kegiatan lainnya seperti Koran dingding, lomba pidato dan kesenian yang bertemakan HIV/Aids yang pada intinya kegiatan untuk memerangi HIV/Aids.
 
Disampaikan juga, dengan adanya informasi yang benar, masalah HIV/Aids sudah bisa lebih baik ditangani dari pertama kali ditemukan. Kalau dulu orang tidak percaya HIV/Aids ada disekeliling mereka, namun sekarang banyak pihak sadar banhwa masalah ini dekat dengan mereka. Makin banyak kasus ditemukan tidak menunjukkan masalah ini tidak bisa ditangani, justru itu menunjukkan keberhasilan, karena HIV/Aids memang seperti fenomena gunung es. Fakta sebenarnya masih banyak tersembunyi, makin banyak diketahui yang positif makin memudahkan penanganannya. “kasus HIV/Aids memang seperti fenomena gunung es, masih banyak yang belum muncul kepermukaan”terangnya.
 
Sementara itu ketua tim penilai Drh. Made Suprapta, MM pada kesempatan itu menyampaikan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali secara komulatif sampai bulan September 2016, tercatat 14.880 kasus positif terinfeksi HIV/Aids, terdiri dari HIV 8366 orang, Aids 6514 orang, hidup 14241 orang dan meninggal 639 orang. Dari angka tersebut 44,3 % menimpa usia muda yang masih produktif. Dan kasus terbanyak terjadi di Kota Denpasar 5874 kasus, Badung 2404 kasus dan Buleleng 2332 kasus.
 
Disampaikan juga, berbagai upaya dan intervensi telah dilakukan untuk menekan laju epidemic HIV di Provinsi Bali terutama bagi populasi usia sekolah. Salah satunya dengan pembentukan, pembinaan dan penilaian terhadap kelompok KSPAN tingkat SMP dan SMA/K. menurutnya penilaian KSPAN sangat tepat sebagai evaluasi pemahaman siswa terhadap masalah HIV/Aids serta kemampuan getok tularnya kepada kelompok sesamanya dalam penanggulangan HIV/Aids. 
 
“Melalui KSPAN siswa diharapkan sedini mungkin mendapatkan informasi yang lengkap tentang HIV/Aids serta pencegahannya”pungkasnya. (BB).

TAGS :

Komentar