Polisi Terjaring OTT, Ini Pembelaan Kanit PJR Gilimanuk

Ilustrasi/Ist
Baliberkarya.com-Jembrana. Pasca tertangkapnya anggota kepolisian, Aiptu WK, anggota Induk III PJR Gilimanuk dalam operasi tangkap tangan (OTT) subuh kemarin oleh tim pembrantasan pungli Polda Bali, Kanit Induk PJR III Gilimanuk AKP Ketut Sukadana angkat bicara.
 
Menurut Sukadana, anggotanya yang tertangkap tangan karena diduga melakukan pungli tersebut sebenarnya merupakan korban penjebakan. Dimana saat penangkapan tersebut anggotanya sedang duduk di Pos PJR, tiba-tiba datang seorang sopir truk membawakan uang Rp 20 ribu.
 
"Uang tersebut ditaruh oleh sopir truk di atas meja setelah itu sopir truk langsung pergi. Jadi anggota saya tidak meminta uang kepada sopir truk," dalih Sukadana, Sabtu (29/10/2016).
 
Saat itu seseorang anggota tim pemberantasan pungli Polda Bali juga ikut menumpang dalam truk tersebut. Kesannya hal itu menurut Sukadana sengaja di jebak.
 
Dia meyakini anggotanya yang tertangkap tersebut tidak pernah meminta-minta uang kepada para sopir truk karena dirinya sering mewarning anggotanya untuk tidak melakukan pungli.
 
"Saya paham dengan anggota saya dan saya yakin anggota tidak ada yang meminta-minta uang,” belanya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang oknum anggota polisi masing-masing Bripka KSP, anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk  dan Aiptu WK, anggota Induk III PJR Gilimanuk terjaring OTT karena diduga melakukan pungli di wilayah Gilimanuk, Jumat (28/10/2016) subuh.
 
Dari penangkapan tersebut didapat barang bukti Rp 6000 dari tanggan Bripka KSP, Rp 2000 dari sopir travel yang diselipkan dalam surat kendaraan dan Rp 4000 dari lemparan sopir truk.
 
Sedangkan dari tangan Aiptu WK sebesar Rp 20 ribu merupakan setoran dari seorang sopir truk yang melintas di depan pos PJR, yang juga ditumpangi oleh salah seorang tim pemberantasan pungli Polda Bali.(BB).

TAGS :

Komentar