Nyari Penyakit! Petani Nyambi Jual Togel Dibekuk Polisi

Baliberkarya.com
Baliberkarya.com-Jembrana. I Gusti Kade Artama (45), kini hanya bisa gigit jari lantaran harus meringkuk di hotel prodeo Polsek Mendoyo, Jembrana lantaran tertangkap basah menjadi pengecer togel di kampungnya.
 
Pria yang telah memiliki istri anak ini dibekuk jajaran Reskrim Polsek Mendoyo, saat sedang mencari pemasang judi nomer togel di kampungnya Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo,  Jembrana, Rabu (19/10/2016).
 
"Penangkapan pelaku bermula dari adanya informasi warga yang melaporkan ada seseorang yang menjual togel," ujar Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu Andi Yaqin, Kamis (20/10/2016).
 
 
Lanjut Yaqin, sebelum pelaku berhasil dibekuk, petugas sempat melakukan penyanggongan selama beberapa jam. Setelah pelaku muncul, petugas langsung membekuknya.
 
Dari hasil pengledahan di tubuh pelaku serta sepeda motor pelaku, petugas menemukan satu buah HP merk Nokia seri 1202 warna hitam yang berisi angka-angka togel pasangan dari pelanggan, uang tunai sebesar Rp 140 ribu.  
 
"Dengan bukti tersebut, pelaku dan barang bukti kita amankan untuk proses lebih lanjut," jelas Yaqin di Mapolsek Mendoyo. 
 
Dari hasil pemeriksaan pelaku mengaku menyetorkan pasangan togel tersebut kepada seseorang pengepul asal Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.
 
Dari keterangan pelaku tersebut menurut Yaqin, dilakukan penangkapan kepada I Gusti Lanang Kerta (53) di rumahnya yang berlokasi di Banjar Temukus, Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.
 
"Lanang Kerta diamankan karena diduga sebagai pengepul togel sesuai keterangan Artama yang diamankan sebelumnya," imbuh Yaqin.                                                                                         
 
Dari hasil penggledahan terhadap pengepul ini ditemukan barang bukti berupa satu buah HP merk Blackberry seri 8250 warna hitam yg berisikan sms pasangan angka-angka togel dari Artama.
 
"Pengepul ini dalam keterangannya juga mengaku menyetorkan pasangan togel tersebut kepada pengepul yang lebih besar, yakni I Ketut Wiranata, asal Banjar Lebih, Desa Asahduren, Pekutatan," kata Yaqin.
 
Namun menurut Yaqin, setelah petugas mencari Wiranata di rumahnya, yang bersangkutan tidak ada di rumahnya karena telah melarikan diri. Hingga kini yang bersangkutan masih dalam pengejaran petugas. (BB)

TAGS :

Komentar