Wujudkan Tol Laut Jawa-Bali, DPRD Bali Minta Sejumlah Pelabuhan Direvitalisasi

ist
Baliberkarya.com-Denpasar. Wacana tol laut Jawa-Bali terus bergulir. Komisi III DPRD Bali menyambut positif rencana pemerintah pusat merencanakan tol Jawa-Bali. Namun, untuk mewujudkan rencana tersebut, sejumlah pelabuhan di Bali wajib direvitalisasi.
 
Ketua Komisi III DPRD Bali, Nengah Tamba, Senin (10/10/2016), mengatakan, kalau ingin mewujudkan tol laut Jawa-Bali harus ada pembenahan sejumlah pelabuhan. 
“Pemerintah harus merevitalisasi dan meningkatkan pelayanan sejumlah pelabuhan utama di Bali,” katanya. 
 
Menurutnya, pelabuhan yang perlu direvitalisasi adalah Pelabuhan Benoa, Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai.
 
Selain membenahi dan merevitalisasi pelabuhan-pelabuhan utama di Bali, tol laut Jawa-Bali juga harus didukung pembangunan dan penyediaan infrastruktur di jalur utama di Bali. 
 
“Harus didukung infrastruktur jalan tol Gilimanuk-Padangbai,” ujar politisi Partai Demokrat asal Jembrana ini.
 
Tamba mengingatkan, yang dimaksud tol laut Jawa-Bali bukan membangun jembatan di selat Bali yang menghubungkan Jawa dengan Bali. 
 
Pembangunan jembatan Jawa-Bali sudah ditolak masyarakat. Apalagi kondisi keuangan negara yang sedang krisis, mustahil bagi pemerintah untuk membangun jembatan Jawa-Bali.
 
Tamba sependapat, jika tol laut Jawa-Bali bisa direalisasikan, kemacetan lalu lintas terutama jalur Denpasar-Gilimanuk bisa terurai. 
 
Nantinya distribusi barang dari Jawa ke Bali bisa lewat jalur laut melalui tol laut Jawa-Bali. 
 
Ia yakin hal itu akan memperlancar distribusi barang dari Jawa ke Bali dan ekonomi masyarakat menggeliat. Ia juga menyatakan, tol laut seperti gagasan Presiden Joko Widodo tersebut tidak bertentangan dengan adat dan budaya Bali. (BB)

TAGS :

Komentar