Bikin Macet&Jorok, Pasar Rakyat Tolong Jangan di Lapangan Pergung

baliberkarya
Baliberkarya.com-Jembrana. Pasar rakyat yang digelar di lapangan Pergung, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana setiap enam bulan sekali atau mulai Penampahan Galungan hingga Manis Kuningan ternyata menyisakan banyak masalah.
 
 
Pasalnya, pergelaran pasar rakyat yang hanya menguntungkan segelintir kalangan dan warga setempat tersebut selalu menimbulkan krodit dan kemacetan arus lalu lintas di jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Mengingat lahan parkir bagi pengunjung memanfaatkan bahu jalan.
 
"Kalau sudah ada pasar rakyat pasti terjadi macet, meskipun banyak polisi yang mengatur lalu lintas, tetap saja macet," ujar Wayan Suarbawa, salah seorang warga Jembrana, Selasa (27/9/2016).
 
Selain menimbulkan kemacetan, Pasar Rakyat di Lapangan Pergung juga menimbulkan rawan kejahatan seperti aksi pencopetan dan lainnya. Hal ini tentu saja membuat jajaran kepolisian mulai dari Polres Jembrana dan Polsek Mendoyo harus ekstra ketat melakukan pengamanan dengan melibatkan banyak personil.
 
Tidak cukup hanya sampai disiitu, usai pasar rakyat tersebut digelar, kondisi lapangan yang tiap harinya digunakan untuk berolahraga bagi warga menjadi kotor dan jorok. Parahnya lagi, insfrastruktur lapangan menjadi rusak. Padahal, Pemkab Jembrana baru saja usai menata lapangan tersebut dengan mengeluarkan anggaran hingga milyaran rupiah.
 
Seperti yang terlihat saat ini, kondisi Lapangan Pergung dipenuhi sampah plastik dan kertas serta dedaunan. Bahkan ada sampah sisa dibakar berserakan di lapangan tersebut. Demikian halnya banyak terdapat batu-batu besar di tengah lapangan bekas digunakan sejumlah pedagang.
 
Mirisnya lagi, joging trak di lapangan kebanggan warga itu juga banyak jebol akibat aktivitas pasar rakyat. Saat ini, terlihat beberapa pekerja mulai melakukan perbaikan. Namun tidak diketahui dari mana dana perbaikan tersebut apakah dari panitia pasar rakyat atau dari Pemkab Jembrana.
 
Parahnya lagi, selain kotor lapangan tersebut juga kini menebar bau pesing. Terutama disisi utara lapangan yang berbatasan dengan kebun milik warga.
 
"Kalau boleh kami sarankan kedepannya agar pasar rakyat dipindahkan ke kawasan wisata Delod Berawah. Disitu kan ada lapangan juga dan tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas," harap Suarbawa.
 
Terkait dengan hal tersebut, Kepala Kantor LHKP Pemkab Jembrana I Wayan Darwin mengatakan, kedepan ia juga berharap hendaknya Lapangan Pergung tersebut difungsikan sesuai kegunaannya.
 
"Intinya lapangan itu kan untuk olah raga. Tapi jika peruntukannya untuk kegiatan lain seperti pasar jelas sudah melenceng dari kegunaannya," sindirnya.
 
Dia juga mengaku sangat menyayangkan kondisi Lapangan Pergung yang baru ditata rapi sekarang kondisinya rusak dan kotor serta jorok. 
 
 
Iya juga menyayangkan, pihaknya tidak pernah sama sekali dilibatkan dalam hal izin pelaksanaan pasar rakyat tersebut, lantaran selama ini yang mengeluarkan izin adalah pihak kecamatan.(BB).

TAGS :

Komentar