'‎Ngibing' Ala Joged Tanjidor Pukau Penonton 'Bergoyang'

baliberkarya
Baliberkarya.com-Jembrana. Dentuman suara kendang rebana, mengiringi gemolek empat penari joged di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana.
 
Tarian tersebut bernama Joged Tanjidor. Layaknya penari joged bungbung atau tari pergaulan, keempat penari yang semuannya laki-laki berdandan wanita layaknya penari joged bungbung, turun dari panggung menuju tenda kehormatan tempat para pejabat teras Pemkab Jembrana untuk diajak "Ngibing"
 
Yang menarik dari tarian pergaulan tersebut, musik pengiringnya bukanlah gambelan bungbung atau jegog, melainkan alat musik rebana yang biasa dimainkan oleh umat muslim dalam kegiatan keagamaan.
 
Tarian kolaborasi tersebut ternyata sukses mengundang decak kagum pejabat Pemkab Jembrana yang hadir dalam acara pentas seni yang di rangkai dengan perayaan Hut Yayasan Seni Jembrana (YSJ) yang pertama, sekaligus pengukuhan pengurus YSJ oleh Wakil Bupati Jembrana.
 
 
"Tarian Joged Tanjidor atau Joged Adrah tersebut merupakan garapan dari YSJ yang menggambarkan rasa kebersamaan dan keharmonisan umat beragama di Jembrana," ujar Ketua YSJ, Dewa Darmada, Minggu (25/9/2016).
 
Selain menampilkan tari joged tanjidor yang seluruhnya dimainkan anggota YSJ, juga ditampilkan tari Jauk Manis oleh penari Yan Eka yang merupakan instruktur tari di YSJ. 
 
"Kita juga menampilkan dua orang seniman tari wanita legendaris yang pernah berjaya di era tahun enam puluhan. Ternyata meskipun mereka sudah lansia, semangatnya untuk melestarikan seni patut diacungi jempol," ungkapnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekdis Dikporaparbud menyambut baik berdirinya YSJ yang mampu mewadahi para generasi muda untuk berkarya melalui seni dan budaya.
 
"Melalui wadah YSJ ini, kesempatan generasi muda untuk berbuat negatif semakin kecil karena telah melibatkan diri dalam pembinaan seni," tandasnya.(BB).

TAGS :

Komentar