Pertontonkan Tarian Semi Telanjang, Pemkab Dibully dan Bupati Dituntut Minta Maaf

baliberkarya
Baliberkarya.com-Jembrana. Lantaran mempertontonkan tarian semi telanjang dengan gerakan-gerakan erotis di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana dalam ajang Jembrana Modification untuk memperingati HUT Kota Negara yang ke 121, Minggu (21/8/2016) malam, Pemkab Jembrana dikecam.
 
Kecaman datangnya dari sebagian besar masyarakat Jembrana. Bahkan di Media Sosial Pemkab Jembrana dibully habis-habisan. Mereka menilai Pemkab alfa dan harus bertanggungjawab terhadap tontonan murahan tak bermoral tersebut.
 
"Pantas saja di Jembrana banyak terjadi kasus asusila, termasuk kasus kejahatan sexual terhadap anak karena hal yang begini dipertontonkan di muka umum," ujar sejumah netizen geram.
 
Bahkan I Gusti Putu Artha, mantan Ketua KPU juga angkat bicara terkait tontonan vulgar dan seronok tersebut. Dia menilai Pemkab Jembrana telah kecolongan dan Bupatinya harus menjelaskan masalah tersebut secara terbuka serta yang terpenting Bupati Jembrana harus meminta maaf kepada warganya.
 
Sementara itu, Sekretaris LSM Forkot Jembrana Nur Hariri mengecam keras tontonan "buka-bukaan" tak bermoral tersebut. Apalagi dipertunjukan dan dipertontonkan di depan anak-anak dan masyarakat umum saat peringatan HUT Kota Negara.
 
"Pemkab Jembrana dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati harus bertanggungjawab. Kami minta segera meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Jembrana," ujar Nur Hariri atau yang akbrab di sapa Akong ini, Senin (22/8/2016).
 
Menurut Akong, Pemkab Jembrana bukan kecolongan tapi lebih tepat disebut alfa karena kegiatan atau acara tersebut telah tersusun sejak lama dan telah terjadwal. Paling tidak, Pemkab Jembrana sudah tahu raundown atau agenda sususan acaranya.
 
"Ini hal yang menjijikan terjadi di Jembrana dan ini yang pertama kalinya dan kami harap ini yang terakhir. Tidak boleh dibiarkan karena ini bisa merusak moral anak-anak Jembrana. Yang jelas Jembrana benar-benar tercoreng," tandas Akong kesal bersampur kecewa.(BB).

TAGS :

Komentar