Mih Dewa Ratu! Tarian Semi Telanjang Disuguhkan HUT Kota Negara

baliberkarya
Baliberkarya.com-Jembrana. Perayaan HUT Kota Negara yang ke 121 selama sebulan lebih benar-benar ternoda oleh acara 
Jembrana Modification yang digelar oleh panitia Minggu malam (21/8/2016) di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan.
 
Pasalnya, acara yang diperuntukan bagi masyarakat Jembrana pencinta mobil modifikasi ini menyuguhkan tarian sungguh-sungguh tidak senonoh oleh tiga penari wanita super seksi.
 
Dalam acara yang ditonton ratusan masyarakat jembrana, termasuk banyak anak-anak tersebut mempertontonkan sejumlah mobil yang telah dimodifikasi serta suguhan bonus tarian "plus-plus" yang membuat mata penonton melotot.
 
Sayangnya, disaat acara berlangsung, tiba-tiba muncul tiga orang penari wanita yang berparas cantik berkulit putih berpakaian dres warna merah.‎ Ketiga wanita itu menari meliuk-liukan tubuhnya di depan dan diatas mobil yang dipamerkan. 
 
Namun, astaga dalam hitungan detik, tiga penari wanita itu mulai melepas pakaiannya satu persatu sehingga yang tersisa hanya celana dalam warna hitam dan BH warna hitam. Bahkan mereka menari di atas mobil dengan gerakan layaknya orang bersetubuh. Mimih Dewa Ratu, pekik penonton.
 
Tontonan indah yang baru pertama kali terjadi di Jembrana selama 121 tahun itu kontan membuat masyarakat yang menonton terbelalak. Mereka tidak menyianyiakan momen tersebut dengan memfoto dan merekam video dengan HP.
 
Dalam sekejap foto dan rekaman video tarian laknat tersebut tersebar di media sosial dan tentunya menuai kecaman dari sejumlah pengguna media sosial.
 
Tidak kalah kagetnya, Wakil Bupati Jembrana, Made Kembang Hartawan tampak panik. Dengan muka merah, Kembang Hartawan langsung menegur panitia dan menghentikan kegiatan tersebut.
 
"Kami sunggat-sangat kecolongan. Kami sangat terpukul dengan kegiatan murahan ini. Panitia sudah kami tegur keras dan kami serahkan penanganannya kepada aparat kepolisian," ujar Kembang Hartawan gerah saat dikonfirmasi awak media, Minggu (21/8/2016) malam.
 
Menurut Kembang, kegiatan tersebut memang kegiatan tahunan, namun khusus kegiatan malam ini benar-benar diluar kontek dan diluar kontrol. Panitia menurutnya harus bertanggungjawab.
 
Kembang mengaku sebelum acara dimulai pihaknya telah mewanti-wanti agar jangan menampilkan yang aneh-aneh dan wajib berpakaian sopan bagi wanitanya. 
 
"Kami sebelumnya telah meminta agar dalam kegiatan tersebut semua kru yang terlibat wajib mematuhi kearifan lokal. Tapi rupanya imbauan itu tidak digubris," imbuhnya kesal.
 
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Kembang mengaku telah menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum dan Kembang juga melarang kegiatan tersebut diadakan kembali kapanpun di wilayah Jembrana.(BB)

TAGS :

Komentar