Pastika Ingatkan Mahasiswa Baru Unud Jangan Pernah Sentuh Narkoba

baliberkarya

Baliberkarya.com-Badung. Sebagai generasi muda yang merupakan kaum intelektual  dan calon pemimpin bangsa , mahasiswa merupakan tumpuan harapan bangsa. Seorang mahasiswa  harus  menjalankan masa perkuliahannya  dengan sebaik sebelum  nantinya lulus menjadi sarjana yang unggul siap berkompetisi di era globalisasi. Namun  perlu diwaspadai generasi muda sangat rentan untuk terkena pengaruh buruk, khususnya pengaruh dari narkoba yang pastinya akan menhancurkan cita cita setiap mahasiswa. Peredaran narkoba yang marak belakangan ini telah menyasar berbagai lapisan masyarakat dan mahasiswa merupakan target  dari para pengedar narkoba, oleh karena itu para mahasiswa  dilarang keras untuk  menyentuh narkoba.

Demikian ditegaskan Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat memberi motivasi para mahasiswa baru pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru ( PKKMB)Universitas Udayana di Kampus UNUD Bukit Jimbaran , Badung, Kamis (18/8/2016). "Kalau kalian cinta Bali, cinta Indonesia, cinta keluarga kalian, jangan pernah sentuh narkoba, I Love Bali not drugs,” cetus nya. Dihadapan sekitar 2600 mahasiswa baru Universitas tertua di Bali tersebut Pastika memaparkan upaya memerangi narkoba yang seharusnya dimulai dari diri sendiri dan selanjutnya ditularkan kepada anggota kelurga atau orang terdekat  yang lain. Menurutnya berbagai upaya yang telah dilakukan pihak kepolisisan, BNN , serta pihak terkait lainnya mengatasi massalah narkoba tidak akan berarti  jika tidak adanya kesadaran dari diri  sendiri untuk memerangi narkoba.  

“Jangan pernah pakai narkoba. Kalian belum tentu selamat dari pangsa pasar narkoba, jaga diri kalian , jauhi barang haram tersebut meskipun diberikan secara gratis, saya mau kalian semua bisa selamat dari bahaya  narkoba, “ imbuhnya. Orang nomor satu di Bali ini juga merinci tentang bahaya yang akan ditimbulkan dari penggunaan narkoba, selain akan menguras harta benda mengingat harga barang haram tersebut yang mahal,  jalannya proses belajar juga akan terhambat, selain itu penggunaan narkoba juga menjadi sarana penyebaran penyakit berbahaya seperti HIV AIDS . Puluhan nyawa setiap harinya melayang sia sia akibat penggunaan narkoba baik karena overdosis maupun karena penyakit lainnya akibat narkoba seperti HIV AIDS. Ia juga meminta peran serta dari para dosen agar mengawasi mahsiswanya selama berada di kampus. “ Jadilah kalian insan kampus yang unggul, mandiri dan berbudaya, “ ujarnya.

Dalam acara tersebut   juga diisi dengan sesi tanya jawab dengan para mahasiswa dengan menghadirkan Wakil Dekan 1 Bidang Akademik Fakultas Hukum Universitas Udayana Dr Gede Made Suardana, SH, MH sebagai moderator. Salah satunya pertanyaan datang dari Edi Permana Mahasiswa dari Fakultas Sastra dan Ilmu Budaya yang mempertanyakan mengapa pengguna narkoba direhabilitasi bukan di penjara. Mengggapi hal tersebut, Gubernur Pastika yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian ( Kalakhar) BNN periode 2006 – 2008 ini menjelaskan bahwasannya para pengguna narkoba tersebut hanyalah korban bukanlah pelaku , sehingga tidak dipenjara karena dengan dipenjara mereka tidak akan tobat tetapi bahkan bertambah parah, mengingat sampai saat ini penjara yang ada belum mampu berfungsi sebagai lembaga pemasyarkatan, mungkin ada yang keluar lebih baik tapi prosentasenya sangat kecil. Tampil pula  Krisna seorang mahasiswa Fakultas ekonomi yang mengingatkan rekan rekannya akan bahaya daripada merokok, menurutnya dalam kasus tertentu kecanduan rokok juga berpeluang untuk menimbulkan kasus narkoba.

Mengaggapai hal tersebut, Gubernur Pastika  kembali menghimbau para mahasiswa untuk tidak merokok, selain merokok akan membahyakan kesehatan diri sendiri, rokok juga akan membahayakan kesehatan orang orang yang berada di sekitar perokok dan rokok merupakan gerbang penggunaan narikoba. “ Hidup itu pilihan, jangan pernah bangga melakukan hal hal yang tidak baik, lakukanlah hal hal yang baik dan bermanfaan. Rokok itu pintu gerbang narkoba, narkoba adalah pintu gerbang neraka, maka hindarilah , “ pungkasnya.

Dalam acara yang juga dihadiri Rektor Prof.Dr.dr. Ketut Suastika,Sp.PD.KEMD para guru besar , dosen ,serta civitas akademika di lingkungan Universitas Udayana , Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali , Dewa Gede Mahendra Putra, tersebut juga dilakukan penyematan PIN dari organisasi BANNI ( Barisan Anti Narkotika Indonesia) oleh Gubernur Bali kepada Rektor UNUD, perwakilan dekan serta perwakilan para  mahasiswa. Kegiatan PKKMB UNUD juga diisi dengan pemaparan materi oleh Rektor UNUD dengan mengangkat tema Tujuan dan Strategi Pembelajaran di Perguruan Tinggi serta pemaparan dari  para Pembantu Rektor. 


TAGS :

Komentar