Keterlaluan! Lawakan Dadong Rerod CS Kok Plesetkan Mantram Tri Sandya

baliberkarya
Baliberkarya.com - Jembrana. Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Negara dan HUT RI, tahun ini Pemkab Jembrana menggelar berbagai perlombaan dan hiburan bagi masyarakat Jembrana yang dikemas dalam Jembrana Festival 2016.
 
Salah satunya dengan memberikan hiburan di desa-desa di lima kecamatan yang ada di "Bumi Makepung" Jembrana. Kegiatan tersebut tentunya mengeluarkan anggaran tidak sedikit, namun Pemkab Jembrana lewat Bupati dan Wakil Bupati Jembrana, Putu Artha dan Kembang Hartawan ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya.
 
Demikian halnya dengan pentas lawak Bali tadi malam di lapangan Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Dadong Rerot CS sukses menyedot ribuan penonton yang memadati lapangan sepak bola tersebut.
 
Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan juga berkesempatan menyaksikan lawakan Dadong Rerod CS yang sukses menghibur ribuan penonton, meskipun penonton sempat berhamburan karena hujan deras mengguyur selama hampir 30 menit.
 
Sayangnya, dibalik suksesnya lawakan Dadong Rerod CS mengocok perut ribuan penonton selama 1 jam lebih, sedikit ternoda dengan ulah salah seorang pelawaknya yang menjadikan Mantram Tri Sandya sebagai materi lawakan.
 
Pelawak tersebut yang dalam cerita adalah orang Jawa yang sudah lama bermukim di Bali dengan berbahasa Bali layaknya logat Jawa medok, mengkemas Mantram Tri Sandya yang merupakan mantram suci umat Hindu sebagai materi lawakan.
 
Entah sadar atau tidak sadar, pelawak tersebut dengan logat Jawa medok berusaha mengucapkan Mantram Tri Sandya. Sayangnya, Mantram yang diucapkan justru diplesetkan dengan berbagai kalimat yang tidak wajar dan kurang etis.
 
Bahkan, semakin parah lagi saat Mantram Tri Sandya tersebut dilafalkan oleh pelawak tersebut dengan lafal atau tembang Azan seperti yang sering terdengar di Masjid tersebut.
 
Meskipun pelawak lainnya telah menegur agar Mantram Tri Sandya diucapkan dengan baik dan benar, namun pelawak tersebut mengacuhkannya.
 
Lawakan tersebut kontan mendapat cibiran dari sejumlah warga yang menonton pementasan tersebut. 
 
"Wah Mantram Tri Sandya yang suci dan sakral tersebut kok diplesetkan. Ini bentuk penghinaan namanya," cibir sejumlah penonton, Sabtu (13/8/2016) malam.
 
Kedepannya, sejumlah warga meminta Pemkab Jembrana selektif menggunakan group lawak saat even-even tertentu agar niat baik Pemkab Jembrana untuk memberikan hiburan kepada masyarakatnya tidak tercoreng dan dinodai hal seperti itu lagi.
 
"Sayangnya saat pelawak memplesetkan Mantam Tri Sandya, Bapak Kembang Hartawan belum tiba di arena pementasan," sesal warga. (BB).

TAGS :

Komentar