Pastika Minta Hindari Kesan Monoton PKB

Baliberkarya.com-Denpasar. Pagelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) yang rutin dilaksanakan tiap tahun selama sebulan penuh, seyogyanya harus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, baik dari segi pagelaran yang dipentaskan, dekorasi areal pelaksanaan, pelayanan dan sebagainya, serta harus pula mendapatkan sentuhan-sentuhan ide-ide baru yang kreatif, bernilai seni tinggi, sehingga tidak terkesan monoton. 
 
Demikian pernyataan Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang terungkap saat meninjau  kesiapan pelaksanaan PKB ke 38 Tahun 2016 di UPT.
 
Taman Budaya Denpasar, Rabu (8/6). “Sebagai penyelenggara kita harus bisa mempersiapkan semuanya dengan baik, tiap tahun harus meningkat, apa yang sudah diselenggarakan sebelum-sebelumnya kedepannya harus ditambahkan ide-ide baru yang sepatutnya harus lebih kreatif, jangan monoton, dan tentunya harus bernilai seni yang tinggi,” cetus Pastika.
 
Lebih jauh, Gubernur Pastika mengurai ide-idenya kreatif yang diperlukan pada setiap lokasi yang ditinjau. Seperti diantaranya, keberadaan ruang rapat di lantai dasar gedung Ksirarnawa yang dipastikan tidak terpakai selama pelaksanaan PKB, diharapkan bisa menjadi bioskop mini yang menayangkan film-film dokumenter tentang sejarah Bali, maupun film-film pembangunan yang pernah digarap SKPD dilingkungan Pemprov Bali.
 
“SKPD kita kan banyak yang bikin film dokumentasi, itu saja ditayangkan disini. Pengunjung yang sudah capek menyaksikan pertunjukan seni pasti akan berminat kesini, sambil duduk-duduk, ada ACnya, pengetahuan mereka juga bertambah,” ujar Pastika.
 
Masih di seputaran area tersebut, Gubernur Pastika kembali meminta agar dibuat display sederhana yang menampilkan barang-barang pameran non komersil, atau diisi dengan workshop latihan menari anak-anak sekolah.
 
“Halaman lantai dasar ini selain diisi stand pameran kan masih terkesan kosong, buatkan saja display untuk menampung hasil-hasil kerajinan, misalnya untuk hasil kerajinan yang pernah mengadakan pelatihan disini, atau bisa diisi dengan pelatihan menari,” ujar Pastika gamblang.
 
Tidak hanya itu, tembok yang berada disisi barat areal Art Centre tersebut pun tidak lepas dari penilaian seni Gubernur Pastika. Ia berharap sepanjang tembok tersebut bisa dibuat lukisan mural yang tetap mengedepankan nilai seni.
 
“Saya punya ide, tembok ini harus bisa memiliki nilai seni, saya kira disini bisa dibuat lukisan mural, kita coba saja kerjasama dengan mahasiswa ISI Denpasar jurusan seni lukis, siapa tahu mereka minat melukis, namun tetap harus berkaitan dengan seni,” imbuh Pastika lagi. Beralih ke areal sungai, Gubernur Pastika mengharap adanya penataan yang lebih bagus dengan memasang lampu warna-warni disepanjang daerah aliran sungai tersebut.
 
Guna menambah kesan seni pada areal sungai tersebut, Gubernur Pastika meminta secara khusus agar pentas perahu yang sebelumnya pernah digelar disana, bisa dipentaskan lagi saat pelaksanaan PKB nanti. Tak kalah penting, Gubernur Pastika juga menekankan penerapan standar kualitas maupun harga barang yang dijual oleh peserta pameran.
 
“Pengrajin yang ikut harus mengikuti standar yang kita terapkan terutama harga barang, jangan sampai nanti ada masyarakat yang kecewa,” pungkas Pastika.
 
Di akhir peninjauan Gubernur Pastika pun mengapresiasi persiapan pagelaran akbar milik masyarakat Bali tersebut, yang menurutnya sudah lumayan bagus.(bb)

TAGS :

Komentar