Muscab Demokrat se-Bali Berjalan Alot, DPC Pembelot Dihabisi dan Digeser

baliberkarya
Baliberkarya.com. Musyawarah Cabang (Muscab) III DPC Partai Demokrat se-Bali yang diawali dengan Musda III DPD Demokrat Bali untuk memilih Ketua DPC Demokrat Kabupaten/Kota berlangsung sangat alot memimpin partai berlambang mercy ini 5 tahun mendatang di tingkat Kabupaten dan Kota.
 
Dari 9 kabupaten/kota hanya Tabanan, Gianyar dan Denpasar yang berhasil menumbangkan calon incumbent dan sisanya tetap unggul calon muka lama. Sementara Muscab Karangasem deadlock sehingga terpaksa ditunda perebutan kursi Ketua DPC antara incumbent Gusti Putu Eka Mulyawan dengan Nyoman Karya Kartika dan Sumantara.
 
Untuk Ketua DPC Demokrat Kota Denpasar terpilih Anak Agung Ketut Asmara Putra bisa menumbangkan calon lainnya Anak Agung Ariwangsa, sementara itu calon incumbent tidak maju lagi mendaftar. Sementara itu, Ketua DPC Demokrat Kabupaten Gianyar terpilih Cokorda Gede Asmara Putra berhasil menang aklamasi, sehingga calon incumbent I Ketut Jata malah memilih workout dari arena Muscab. 
 
Sedangkan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Tabanan terpilih Ida Bagus Kadek Adnyana Suryawan juga berhasil menggugurkan calon incumbent Gusti Made Purnayasa Wiguna bersama penantang lainnya, Putu Suarsana, I Ketut Sudiasa, dan I Wayan Adnyana. 
 
Sisanya seluruh Muscab dimenangkan oleh calon incumbent, seperti Muscab DPC Kabupaten Bangli terpilih kembali Komang Charles, sementara di Kabupaten Klungkung tetap dipimpin Gede Artison Andarawata alias Sony. 
 
Sama halnya, untuk Ketua DPC Demokrat Kabupaten Buleleng terpilih calon incumbent Luh Gede Heriyani mengungguli calon lainnya Gede Ardika, I Kadek Setiawan Kertya, Made Adi Purnawijaya dan Made Ariawan.
 
Disisi lain, Muscab Kabupaten Jembrana juga tetap unggul calon incumbent I Wayan Wardana mengalahkan kandidat lainnya, Ketut Panca Bayu dan Putu Kamawijaya. Seperti diprediksi sebelumnya Muscab DPC Demokrat Kabupaten Badung tetap unggul calon incumbent Made Sunarta yang head to head dengan Made Sada, sedangkan I Nyoman Sutrisno tanpa mengantongi dukungan. Bahkan Sunarta terpilih tercepat saat Muscab bersama tersebut dengan menang aklamasi. 
 
Saat ditemui, Ketua DPC Demokrat Badung terpilih, Made Sunarta mengakui proses persidangan Muscab di Badung berjalan lancar dan terpecat dari DPC lainnya. Dari 7 suara sudah 6 DPC yang mengusulkan dirinya, hanya PAC Kuta Selatan yang mengusulkan Made Sada. 
 
"6 berbanding 1 suara sudah mengusulkan saya, akhirnya diambil aklamasi. Sebagai ketua terpilih saya ditargetkan bisa meraih 30 persen suara di Badung, sehingga seluruh potensi kader dan pengurus partai harus bersatu. Jadinya yang harus diperhatikan oleh Ketua DPC terpilih harus melakukan penguatan partai dan struktur ke masyarakat," ujar Wakil Ketua DPRD Badung itu saat ditemui di Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur, Denpasar, Senin (16/5/2016). 
 
Sementara itu, walaupun berada diatas kursi roda, namun selaku Koordinator Muscab Demokrat Badung, Nyoman Ardana tetap memberikan semangat agar Made Sunarta tetap maju memimpin Demokrat Badung. Terpilihnya kembali Sunarta agar Demokrat Badung tetap kondusif, hubungan legislatif berjalan baik dan mampu menjembatani karena bisa bekerja dengan bagus. "Pesan partai dari pusat ke bawah juga bisa sampai," jelasnya.
 
Kepemimpinan calon incumbent di Badung juga dinilai bagus termasuk dapilnya bisa tetap mempertahankan 3 kursi sebagai prestasi yang sangat luar biasa. Targetnya juga sangat jelas sesuai arahan DPD dan DPP. 
 
"Apa kekurangan di Partai Demokrat itu tentu ada dengan kepemimpinan baru ini bisa diperbaiki bersama-sama menuju tahun 2019 sebagai kebangkitan Demokrat. Taget Pak Pramono Edhie dengan ketua terpilih Pak Made Mudarta sudah jelas angka sembilan di 2019 meraih kejayaan baik di Badung, Bali dan nasional bisa bangkit dari keterpurukan ini, karena sebagai partai terbesar menjadi nomor 5 kan terpuruk ya," pungkasnya. 

TAGS :

Komentar