Unud -Yayasan Anand Ashram Seminarkan Sejarah Peradaban

Baliberkarya.com. Yayasan Anand Ashram digandeng Program Doktor Kajian Budaya Program Pascasarjana Universitas Udayana menggelar seminar nasional mengusung tema "Memahami Sejarah Peradaban Lembah Sungai Sindhu untuk membangkitkan kembali Nilai-Nilai Luhur Budaya Nusantara".
 
"Kegiatan tersebut melibatkan dosen, mahasiswa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan berbagai unsur lainnya yang akan berlangsung Kamis, 19 Mei 2016," kata Ketua Yayasan Anand Ashram Dr Wayan Sayoga di Denpasar, Minggu (15/5/2016). 
 
Ia mengatakan, tampil sebagai pembicara tokoh spiritual Anand Krishna, Ph.D dan Dosen Program S3 Kajian Budaya Unud Dr I Wayan Redig.
 
Kegiatan tersebut rencananya dibuka Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Ketut Suastika dan dihadiri Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama Prof Drs I Ketut Widnya. M.Phil.
 
Dr Wayan Sayoga menjelaskan, Lembah Sungai Sindhu dikenal sebagai tempat turunnya Veda. Peradaban di lembah Sungai Sindhu sejak ribuan tahun silam sudah sangat maju, terbukti dari peninggalan yang ditemukan di reruntuhan Kota Mohenjodaro.
 
Peradabanan Sindhu tersebut kemudian lebih dikenal sebagai peradaban Hindu, ketika istilah Hindu muncul dari bahasa Persia sekitar abad ke-10, di mana yang dimaksud adalah "Shindhu".
 
Dr Wayan Sayoga menambahkan, Nusantara yang mewarisi peradaban yang sama diperkirakan bahwa wilayah nusantara pernah merupakan satu kesatuan wilayah dengan anak benoa India sebelum terjadinya bencana alam banjir besar yang memisahkan nusantara dari anak benoa India.
 
Kejayaan Nusantara juga sudah sangat terkenal di dunia sejak dahulu, namun setelah banyak budaya atau peradaban asing yang masuk, maka bangsa Indonesia mulai kehilangan jati dirinya, nilai-nilai luhur budaya nusantara mulai meluntur.
 
Kondisi tersebut menyebabkan keadaan bangsa Indonesia semakin carut marut dan kehilangan kejayaannya.
 
Dr Wayan Sayoga mengharapkan melalui seminar nasional tersebut mampu membangkitkan kembali nilai-nilai luhur budaya nusantara sekaligus meningkatkan kehidupan bangsa dan bernegara. (bb/ant)

TAGS :

Komentar