DPRD Bali Minta Komisi Perlindungan Anak Diisi Figur Siap “Full Time”

baliberkarya

Baliberkarya.com- Berkenaan dengan dibentuknya Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali periode 2016-2021, kalangan anggota DPRD Bali berharap lembaga tersebut nantinya diisi oleh figur yang benar-benar bisa mengabdikan dirinya full time (waktu penuh).

“Masalah kekerasan terhadap anak di Bali cukup menjadi sorotan dan kasusnya kerap muncul di mana-mana. Figur yang mengabdi di KPPAD haruslah yang betul-betul bertugas dalam koridor pengabdian sesuai kerja dan porsinya,” ujar anggota Komisi IV DPRD Bali, I Wayan Rawan Atmaja, SIP, SH yang diminta pandangannya, Selasa (3/5/2016) sore.

“Anggota KPPAD harus fokus. Jangan ambil pekerjaan lain. Jangan pula sampai overlapping dalam menjalankan tugas,” ujar anggota Fraksi Golkar dapil Badung itu.

Pihaknya mendorong seleksi yang sudah dimulai nantinya menghasilkan figur-figur yang penuh pengabdian, karena di lembaga itu tidak untuk mencari uang atau kekayaan, tetapi mengabdi. “Kami di Komisi IV sangat mendukung seleksi yang bisa menghasilkan fiigur-figur terbaik,” ujar Rawan.

Untuk diketahui, berkenaan dengan dibentuknya KPPAD Bali periode 2016-2021, Pemprov Bali membuka kesempatan bagi seluruh masyarakat Bali yang memenuhi persyaratan serta memiliki kepedulian, pengetahuan dan/atau pengalaman di bidang penyelenggaraan perlindungan anak untuk mendaftarkan diri menjadi calon Komisioner KPPAD Bali Periode I Masa Jabatan 2016 – 2021.

Berdasarkan informasi, pendaftaran sudah berakhir Selasa (3/5/2016) sore. Pelamar yang nama-namanya nanti dinyatakan lulus seleksi administrasi diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian seleksi kualitatif dan uji publik yang dilakukan oleh Panitia Seleksi. Setelah itu mereka mengikuti uji kepatutan dan kelayakan  (fit and proper test) oleh DPRD Bali. (bb)


TAGS :

Komentar