Pastika Nginap di Rumah Resika

baliberkarya
Setelah menggelar kegiatan Simakrama di Gedung Kesenian Gede Manik Sabtu (30/4/2016) siang, Gubernur Bali Made Mangku Pastika langsung bertolak ke Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan untuk Menginap di salah satu penerima Bedah Rumah.
 
Orang nomor satu di Bali tersebut bermalam di rumah Made Resika (80). Menurut Resika, rumah yang ia tempati bersama sang istri Nyoman Sayang (60) merupakan bantuan program Bedah Rumah dari Pemerintah Provinsi Bali pada tahun 2015.
 
Resika yang kesehariannya sebagai petani penggarap, mengaku senang dengan kedatangan Gubernur Pastika bahkan menginap dirumahnya. Dirinya tidak menyangka sebelumnya akan didatangi oleh Pastika beserta rombongan.
 
"Ya senang, tidak menyangka Pak Mangku (Gubernur-red) mau datang kesini bahkan sampai menginap. Tidak tau nanti, saya bisa tidur nyenyak apa tidak," ungkap bapak dengan delapan orang anak tersebut.
 
Wajah senang juga terpancar dari sang Istri tercinta yang kesehariannya sebagai Ibu rumah tangga. Ia selalu menemani Resika untuk menyapa rombongan yang datang kerumahnya.
 
Sebelum sampai dirumah Resika, Gubernur Pastika beserta beberapa pimpinan SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terlebih dahulu mendengarkan pemaparan rencana pembangunan monumen Jagaraga oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng Drs. Gede Komang, Msi, di lapangan Desa Jagaraga. Dalam pemaparannya, Gede Komang mengatakan jika proyek tersebut akan menghabiskan dana sebesar 15 miliar. 
Lebih lanjut, nantinya pada monumen Jagaraga akan menampilkan dua tokoh yakni Gusti Ketut Jelantik dengan Jro Jempiring dari trah Semeton Arya Pangalasan.
 
Gubernur Pastika dalam tanggapannya mengatakan jika Perang Jagaraga merupakan perang terlama dan pertama di Bali. Dengan dibuatnya monumen perjuangan Jagaraga ia berharap masyrakat dapat menghargai jasa dan pengorbanan para pejuang terdahulu. Sehingga keberadaannya diharapkan bisa dijadikan sebagai warisan untuk generasi selanjutnya.
 
"Menilai kepahlawanan itu sangat berguna untuk kita menjiwai, untuk kita warisi, untuk kita menghadapi berbagai tantangan kedepan. Para leluhur kita menjaga martabatnya, menjaga harga dirinya, menjaga tanah airnya, menjaga keluarga dan rakyatnya dan rela mengorbankan jiwa dan raganya. Perang Jagaraga termasuk perang terlama di Bali dan perang pertama di Bali melawan Belanda. Pembuatan monumen ini bukan untuk gagah-gagahan tapi merupakan sebuah kebanggaan untuk kita semua," ungkap Pastika.
 
Usai mendengarkan pemaparan, Gubernur Pastika menyempatkan diri untuk meninjau Gapoktan Tunggal Jaya, Simantri 014, Desa Jagaraga. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Pastika mendengarkan penjelasan dari pendamping Simantri 014 Desa Jagaraga Gusti Agung Arya Wiranata. Arya mengatakan jika anggota Simantri 014 berjumlah 10 orang dengan jumlah sapi yang tersisa saat ini 17 ekor. Arya menambahkan beberapa sapi yang dipelihara mati, kelompoknya juga mengalami masalah pada proses mengolahan Bio Urine karena terkendala peralatan dan listrik dimana saat ini pengolahan pupuknya dengan cara manual.
 
Setelah meninjau Simantri 014, Gubernur Pastika didampingi Ny. Ayu Pastika menuju wantilan Desa Jagaraga untuk menyerahkan bantuan sembako dan pohon kepada warga serta juga dilaksanakan Safari Kesehatan. Selesai menyerahkan bantuan, Gubernur Pastika langsung menuju kediaman Resika untuk beristirahat sejenak sebelum akhirnya pada malam harinya melaksanakan persembahyangan di Pura Desa setempat. Usai melaksanakan persembahyangan, Gubernur Pastika langsung menuju Wantilan Desa Jagaraga untuk menyaksikan hiburan bondres dari sanggar Nong-Nong Keling, Banyuning yang diselenggarakan oleh Pemprov Bali.
 
Sebagai pemimpin yang ingin dekat dengan warganya tanpa ada batasan, Gubernur Pastika yang didampingi Ny. Ayu Pastika dan jajaran Kepala SKPD dilingkungan Pemprov Bali langsung bermalam dirumah Restika.
 
Keesokan harinya, pada Minggu (01/5) pagi diselenggarakan operasi pasar murah yang diadakan di pasar Desa Jagaraga .(bb)

TAGS :

Komentar