Press Release Badung

golkarbali.or.id

Press Release

Amatra Lanjutkan Bulan Tani di Kabupaten Badung, Gelontorkan Alsintan dan Program Pertanian 1,58 Miliar

Wakil rakyat pusat yang dikenal makin getol memperjungkan aspirasi petani dan krama subak, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra, MH atau sapaan singkatnya Amatra kembali melanjutkan Agenda Bulan Tani di Kabupaten Badung. Amatra menjajal aspirasi kaum petani di Bumi keris ini bersama sejumlah Anggota Fraksi Golkar dari DPRD Badung, yakni Wayan Suraharja dan Nyoman Suka yang awalnya meninjau penyerahan bantuan pabrik pupuk kompos di UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) yang digelontorkan Amatra untuk Kelompok Ternak Sibang Lestari di Desa Sibang Kaja, Abiansemal, Badung, Sabtu (16/4).

Selain sebagai Agenda Bulan Tani, selaku Ketua DEPIDAR SOKSI XXI SOKSI Bali, Amatra juga merangkai kegiatan Karya Bhakti SOKSI di Kabupaten Badung yang dipusatkan di Sekretariat SOKSI Bali, Kerobokan, Kuta Utara, Badung yang dipimpin oleh Ketua DEPIANCAB SOKSI Badung, I Ketut Nesa, SE. Pada kesempatan itu, juga langsung dilakukan pembentukan Pengurus DEPIANCAB SOKSI se-Kabupaten Badung. “Sesuai arahan Ketua DEPIDAR SOKSI Bali, kita selaku DEPIANCAB Badung menekan seluruh DEPEANCAB untuk memantapkan diri menjelang musda agar sudah membentuk DEPIANCAB di tingkat kecamatan,” ungkap Nesa.

Lebih jauh dikatakan, musda yang akan digelar sekitar Mei nanti, juga akan menggelar raker di tingkat kabupaten, karena April ini akan mengadakan musda di tingkat provinsi yang langsung dihadiri Ketua DEPIDAR SOKSI Bali. “Paling krusial saat pertemuan nanti menyangkut pengurus agar bisa diberikan pemahaman tentang SOKSI dan gerakan apa SOKSI itu, karena tidak hanya di politik namun bergerak di sosial dan agar betul-betul bermamfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, masalah personel akan terus kita mantapkan lagi,” tambahnya.

Sebelumnya, sebagai rangkaian kegiatan Karya Bhakti SOKSI dan Agenda Bulan Tani, Amatra sebagai Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, juga menggelontorkan bantuan masyarakat dan kaum tani secara simbolis di Wantilan Desa Adat Lambing, Desa Sibang Kaja, Badung. “Saya kali ini terbanyak menyalurkan bantuan sebanyak 18 traktor dan terbanyak diserahkan di Subak Tungkup. Bantuan alsintan ini saya harapkan bisa meningkatkan pendapatan dan daya vital petani. Oleh karena itu tahun 2016 ini, saya akan bantu lagi 2 traktor di Subak Uma Lambing,” kata Amatra yang disambut riuh tepuk tangan masyarakat.

Untuk diketahui, Amatra telah menyalurkan bantuan di Kabupaten Badung senilai total Rp1,58 miliar, berupa traktor R2 yang diserahkan untuk 18 Subak, yakni Munduk Batuangsut, Sari Pertiwi, Munduk Bedugul, Munduk Ujung Tengah, Munduk Ujung Kaja, Munduk Semana, Merta Sari, Taru Bakti Pertiwi, Gopala Jaya, Putra Rahayu, Merta Nadi, Sala Werdi Utama, Munduk Ujung Mengkeb, Subak Tungkub, Sarwa Demana, Subak Umaase, Munduk Kedampal dan Munduk Cungkub. Sedangkan bantuan pompa air diterima Subak Munduk Uma Teba, Subak Lembu Nadi, Subak Lembu Sari dan Subak Toya Lestari.

Sementara bantuan rice transplanter digelontorkan untuk Subak Shanti Karya dan Sri Sedana Pertiwi serta satu mesin combine harvester kecil untuk Subak Pandan Harum. Selain itu juga ada bantuan ternak babi untuk Kelompok Babi Sari Bawi dan Lagi Mesari. Amatra juga memberi bantuan dana konservasi yang diterima Kelompok Tunas Harapan, Karya Mandiri dan Tunas Karya. Untuk bantuan PUMP diterima Pokdakan Mina Tegal Sari dan Mina Giri Lestari serta P2HP KKP untuk Kelompok Kembang Sari. “Bantuan yang kami terima terus berlanjut dari pusat, selain alsintan juga termasuk bantuan irigasi. Jadinya beban petani yang terus bertambah bisa dikurangi dari subsidi pertanian yang diperjuangkan oleh Pak Gus Adhi (Amatra, red),” ujar Pekaseh Subak Uma Lambing, Made Widana.

Disisi lain, Amatra mengakui sebagai Agenda Bulan Tani telah berkunjung ke seluruh masyarakat pertanian di Bali. Oleh karena itu, kegiatan digelar diluar Agenda Reses untuk bertatap muka dengan kelompok-kelompok penerima bantuan. “Saya ingin mengetahui alat-alat yang diserahkan termasuk menyampaikan kendala yang disampaikan petani, agar bisa melanjutkan perjuangan untuk membantu kebutuhan petani. Selain itu juga menyerap aspirasi krama subak terutama masalah irigasi yang sebenarnya setiap tahun dibantu dari sisa anggaran namun waktunya sangat singkat,” ujarnya.

Anggota Badan Anggaran (Bangar) ini menegaskan sampai saat ini sudah ada 7.305 kelompok yang sudah bergabung yang nantinya setiap kelompok terbaik yang menjalankan program pertanian yang digalakan Amatra akan diberikan reward atau penghargaan. Mengingat seluruh potensi pertanian di Bali setiap tahun terus menurun, baik dari luas maupun hasil produksi pertanian. “Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama, karena kita semua belum bisa memakan sagu. Jika belum bisa harus meningkatkan produksi pertanian, seperti alat tanam padi harus bisa dipergunakan dengan baik. Bagamana caranya, setiap keluhan petani harus bisa ditangani dengan baik. Untuk itu, saya akan terus suarakan agar petani betul-betul menjalankan pertanian secara modern,” tandasnya.

Amatra juga menyampaikan, pemerintah memberi dukungan penuh dengan memberikan asuransi pertanian. Jadi hasil petani sudah bisa diasuransikan sebesar Rp38 ribu perhetar jika terjadi gagal panen. Oleh sebab itu, Amatra juga mewajibkan satu UPPO untuk ikut membina pertanian, seperti di Jembrana sudah berhasil membuat zona pertanian karena kebutuhan pangan sangat luar biasa termasuk kedelai dan jagung. Apalagi terjadi penurunan luas lahan di Badung sekitar 2.600 hektar sampai tahun 2014 dengan penurunan produksi sekitar 12 ribu ton pertahun. Bahkan selama empat tahun ini hasil pertanian hanya 15 ribu ton pertahun. “Visi saya ingin membangun bali dengan kearifan lokal sebagai pilar utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan sistem pertanian modern,” tandasnya.

Soal nilai tukar petani juga menjadi sorotan Amatra, karena terus menurun hingga 18 persen. Dijelaskan, untuk meningkatkan nilai tukar petani harus mau menanam buah, seperti belimbing, jambu ataupun pisang yang bisa menambah nilai tukar petani. “Pak Camat dan Ibu Perbekel juga harus ikut mendorong masyarakat menanam buah-buahan, seperti buah unggulan di Badung diantaranya buah pisang yang produksinya malah juga menurun. Padahal setiap tahun ada pameran di Plaga, Petang, namun dirasakan belum maksimal mendorong sektor pertanian. Seharusnya pameran seperti itu, bisa terus mencantumkan kemajuan sektor pertanian yang riil dari setiap tahunnya,” imbuhnya. 


TAGS :

Komentar