Dewan Air Asia Berkumpul di Nusa Dua

baliberkarya
Baliberkarya.com- Gubernur Bali sangat mendukung adanya pembangunan sumber daya air yang berkelanjutan demi keberlangsungan dan kelestarian air yang ada di bumi serta pemerataan pemanfaatan air bersih. Terlebih saat ini permasalahan krisis air banyak terjaadi di belahan dunia. 
 
Distribusi sumber daya air sering kali juga tidak merata. Persoalan lainnya adalah,   hingga kini, pengelolaan sumber daya air berfokus secara eksklusif untuk orang-orang tertentu, sehingga air masih sulit diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. 
 
Demikian disampaikan Gubernur dalam sambutan selamat datang yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat menghadiri acara The 1st General Assembly Meeting of Asia Water Council di Nusa Dua Beach Hotel, Nusa Dua, Badung, Kamis(24/3).
 
“Dalam pandangan saya, pertemuan ini memiliki posisi yang sangat penting dalam membahas mengenai permasalahan sumber daya air dunia khusunya di wilayah asia, dengan adanya forum ini kita harus mampu mendorong dan mendukung pembangunan sumber daya air yang berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak melalui kerjasama dengan organisasi sumber daya air dunia,” jelas Gubernur. 
 
Dorongan dan dukungan terhadap pembangunan sumber daya air, menurut Gubernur juga merupakan  salah satu langkah strategis dalam mendukung program prioritas pembangunan nasional. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur pengembangan sumber daya air diharapkan mengacu kepada kebijakan utama pembangunan wilayah nasional sehingga mampu untuk mepercepat pemerataan pembangunan sumber daya air antar wilayah. 
 
Lebih lanjut disampaikan, selain berupa pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air dan juga pemanfaatan dari sumber daya air tersebut harus benar – benar diperhatikan. Dengan kondisi saat ini yang dimana jumlah dan pertumbuhan  penduduk yang sangat banyak justru akan menimbulkan permasalahan yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya air. 
 
Oleh karena itu, melalui forum tersebut Gubernur bali mengharapkan adanya strategi yang nantinya diharapkan mampu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut sehingga air dapat dimanfaatkan dengan baik dan merata serta pengelolaannya menjadi lebih baik. Gubernur juga dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat datang kepada para peserta dan berharap suasana di Bali mampu memberikan inspirasi dan inovasi yang tinggi dalam memecahkan dan mencarikan solusi terhadap permasalahan sumber daya air.
 
Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Republik Indonesia yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Dirjen Sumber Daya Air Mujiadi menyatakan bahwa Asia Water Council (AWC) dibentuk lewat forum Asian Water High Level Round (AWHot) yang diinisiasi Indonesia, Jepang, Korea, Laos, Nepal, Mongolia, Singapura, Thailand, Uzbekistan, dan Prancis (sebagai wakil World Water Forum). 
 
Misi dari AWC adalah mendorong dan mendukung pembangunan sumber daya air yang berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak melalui kerja sama dengan organisasi sumber daya air di dunia. Forum tersebut nantinya akan membahas tiga isu utama terkait dengan siklus air, yakni penggunaan air untuk semua aspek, perlindungan lingkungan hidup, dan mitigasi bencana alam. 
 
AWC juga akan membahas beberapa strategi untuk mengatasi permasalahan sumber daya air di Asia. Pertama, menjadikan air sebagai sasaran dan tujuan untuk pembangunan berkelanjutan di Asia. Kedua, menyediakan satu program yang menjadi wadah negara-negara Asia bagi semua pemangku kepentingan yang berkaitan dengan AWC. Ketiga, membangun kerja sama dalam menghadapi tantangan bidang sumber daya air. Selain membahas permasalahan pengelolaan air, acara itu akan menentukan Presiden dan Wakil Presiden AWC pertama.(*)

TAGS :

Komentar